Ratusan penyuluh kehutanan dan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) berkumpul dalam Temu Teknis Penyuluh Kehutanan Provinsi Jawa Barat yang digelar di KTH Kondang Mas, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Kegiatan yang mengusung tema "Membangun Sinergi Penyuluh Kehutanan, KTH dan Pemangku Kepentingan Dalam Pengelolaan Hutan Berkelanjutan" ini dihadiri 40 peserta dari berbagai instansi kehutanan.
Temu Teknis ini merupakan agenda rutin tahunan BP2SDM melalui Pusat Penyuluhan Kehutanan yang bertujuan membangun jejaring dan sinergi antara penyuluh, KTH, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, hingga lembaga swadaya masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menghasilkan kesepahaman bersama mengenai peran masing-masing pihak, sekaligus membuka peluang dukungan program, pembiayaan, teknologi, dan akses pasar bagi KTH.
Peserta kegiatan berasal dari Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan, Pusat Pengembangan Sosial Ekonomi Masyarakat Hutan, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah I dan IV Jawa Barat, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Balai Besar KSDA Jawa Barat, Balai Perhutanan Sosial Bogor, Balai Pengelolaan DAS Citarum Ciliwung, serta Kelompok Tani Hutan setempat.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BP2SDM), Indra Eksploitasia dalam sambutannya menegaskan bahwa penyuluh kehutanan memegang peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.
"Penyuluh Kehutanan bukan saja berperan dalam memprakondisikan masyarakat agar tahu, mau dan mampu berperan serta dalam pembangunan kehutanan, namun juga mampu menumbuhkan kemandirian masyarakat," ujarnya.
Kepala BP2SDM mengajak seluruh penyuluh kehutanan dan KTH, khususnya di Jawa Barat, untuk menerapkan lima nilai HEBAT: Handal (dapat dipercaya dan bertanggung jawab), Empati (peka terhadap masalah masyarakat), Berani (berani mengambil terobosan), Adaptif (mampu menyesuaikan metode terkini), dan Tangguh (tidak mudah menyerah di tengah tantangan lapangan).
"Lima nilai ini bukan sekadar slogan, melainkan harus menjadi karakter yang melekat pada diri setiap Penyuluh Kehutanan dan KTH," pesannya.
Kegiatan turut menghadirkan Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari sebagai narasumber. Acara diawali sesi "Ngobrol Santai" yang memberi ruang bagi penyuluh dan KTH menyampaikan kendala dan masukan langsung, dipandu fasilitator, sebelum ditanggapi oleh kedua narasumber utama.
Rangkaian acara ditutup dengan kunjungan lapangan berupa panen madu bersama, sekaligus penyerahan plakat penghargaan kepada narasumber oleh Kepala Pusat Penyuluhan Kehutanan. "Jadikan pertemuan ini bukan sekadar seremonial, tetapi titik tolak percepatan kinerja penyuluhan kehutanan di Provinsi Jawa Barat," tutup Indra.
Informasi lebih lanjut:
Sekretaris BP2SDM Kementerian Kehutanan,
Kusdamayanti
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri
Ristianto Pribadi

