Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola perdagangan karbon kehutanan yang kredibel, transparan, dan berstandar internasional dalam forum bisnis Indonesia - International Emissions Trading Association (IETA) dan Indonesia America Chamber of Commerce (IACC) di New York, Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa Indonesia kini memasuki babak baru pengelolaan hutan yang tidak lagi hanya berfokus pada kayu, tetapi juga pada nilai karbon, keanekaragaman hayati, jasa lingkungan, dan ekonomi hijau berkelanjutan.
"Indonesia memiliki sekitar 120 juta hektare hutan tropis, membuka peluang kemitraan global untuk investasi iklim dan pengembangan bisnis kehutanan berkelanjutan," ujar Menhut Raja Juli Antoni dalam forum yang berlangsung di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York, Senin (11/5) waktu setempat.
Menteri Kehutanan menjelaskan bahwa terbitnya Peraturan M...









